BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Setiap perusahaan akan mengalami ketidakpastian dalam
melakukan aktivitas bisnisnya, maka setiap perusahaan membutuhkan suatu kemampuan dan
keputusan dalam menetapkan ketidakpastian agar perusahaan dapat mencapai tujuan
yang telah ditetapkan. Salah satunya adalah peramalan.
Peramalan
dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan sebagai contoh pada
perusahaan global Walt Disney Park And
Resort Portofolio Global Disney Hongkong Disneyland yang resmi dibuka pada
tahun 2005, Disneyland Paris tahun
1992, dan Tokyo Disneyland tahun
1983. Akan tetapi, Walt Disney World
Resort di California yang menghasilkan laba dalam perusahaan bernilai $40
Triliun. Berkaitan dengan hal ini tim peramalan pada Walt Disney melakukan prediksi harian, mingguan, bulanan, tahunan,
dan 5 tahunan kepada manajemen tenaga kerja, pemeliharaan, operasional,
keuangan, dan departemen penjadwalan wahana. Peramalan dilakukan untuk
mendorong seluruh perubahan dalam keputusan manajemen dan menjadi kunci
keunggulan kompetitif perusahaan. (Heizer,
Jay. Operations Management : Sustainaility And Supply Chain Management).
Peramalan
membantu dalam membuat keputusan dan mengetahui apa yang akan terjadi di masa
mendatang. Pada pemesanan dapat mengetahui apa yang akan terjadi pada
penjualan, pembelian perlengkapan yang baru meskipun ketidakpastian mengenai
permintaan untuk produk.
Peranan peramalan
menjelajah ke berbagai bidang, seperti ekonomi, keuangan, pemasaran, produksi
riset operasional, administrasi negara, meteorology,
geofisika dan kependudukan. Karena besarnya peramalan tersebut maka memerlukan
kerja yang mendalam mengenai langkah-langkah dalam melakukan peramalan ini.
Dengan mengetahui langkah-langkah peramalan yang baik diharapkan dapat
diperoleh ramalan yang baik pula. Untuk mencapai ramalan yang baik maka
diperlukan model yang tepat atau mempunyai nilai ramalan yang kita buat.
Akurasi
suatu ramalan berbeda untuk setiap peramalan tergantung pada berbagai factor
yang mempengaruhinya. Hasil suatu ramalan tidak selalu dapat dipastikan
kebenarannya dalam hitungan 100% mutlak, tetapi hal tersebut tidak berarti
bahwa peramalan telah banyak digunakan dan membantu dengan baik dalam berbagai
manajemen sebagai
dasar dalam perencanaan, pengawasan dan pengambilan keputusan,salah satu diantaranya adalah forecasting produk Domestik Assy 32100-K81-N000 di PT. Kinenta
Indonesia.
PT.
Kinenta Indonesia merupakan perusahaan yang tergabung dalam Banshu Group yang bergerak di bidang manufaktur
perakitan bodycable (wiring harness) untuk kendaraan
bermotor, heavy equipment, freezer,
battery cable, spidometer, dan lampu. PT. Kinenta Indonesia terletak di
Kampung Cikananga, RT. 06 / RW.02, Cikumpay, Campaka, Kabupaten Purwakarta,
Jawa Barat. Saat ini perusahaan mengalami peningkatan dari segi proses produksi
karena adanya penambahan jumlah order oleh
costumer terutama untuk produk Domestik
Assy 32100-K81-N000. Hal ini
menimbulkan ketidaksesuaian antara tingkat permintaan produk yang meningkat
dengan pemenuhan order sehingga
terjadi kekurangan dan kelebihan produksi produk Domestik Assy 32100-K81-N000 oleh pihak perusahaan yang menyebabkan terjadi
kerugian pada perusahaan.
Berdasarkan
uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan pengamatan dalam bentuk
kerja praktek dengan judul : “Peramalan Produksi Produk Domestik Assy 32100-K81-N000 Di PT. Kinenta Indonesia”.
1.2 TUJUAN
Tujuan yang akan dicapai dalam pengamatan Kerja
Praktek ini adalah :
1. Mengetahui
pola data produksi Wiring Harness Assy 32100-K81-N000 pada PT. Kinenta
Indonesia.
2.
Berapa
jumlah
forecast
produksi
produk Domestik Assy 32100-K81-N000 bulan
Juli 2017 dengan menggunakan pendekatan Moving
Average?
3.
Berapa
nilai akurasi peramalannya jika dihitung
dengan menggunakan Standar Ukuran Kesalahan Mean
Absolute Deviation
dan Mean Square
Error ?
1.3 BATASAN
MASALAH
Berikut ini batasan-batasan masalah
berdasarkan pengamatan pada PT. Kinenta Indonesia agar masalah yang diteliti
tidak menyimpang dari tujuan awal penelitian. Batasan masalahnya antara lain
sebagai berikut :
1. Pengambilan
data dilakukan dari bulan November 2016 – Oktober 2017.
2. Pengamatan
dilakukan hanya sampai mengetahui peramalan jumlah produk yang akan diproduksi.
1.4 WAKTU
DAN PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK
Kerja Praktek ini dilaksanakan di PT.
Kinenta Indonesia. Waktu kerja praktek adalah 45 hari kerja efektif antara
tanggal 31 Oktober 2017 sampai 29 Desember 2017.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar