SELAMAT DATANG... Semoga bermanfaat !

.... berbagi itu indah ....

Senin, 08 Januari 2018

Bab I Pendahuluan



BAB I
 PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Setiap perusahaan akan mengalami ketidakpastian dalam melakukan aktivitas bisnisnya, maka setiap perusahaan membutuhkan suatu kemampuan dan keputusan dalam menetapkan ketidakpastian agar perusahaan dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Salah satunya adalah peramalan.
Peramalan dapat memberikan keunggulan kompetitif bagi perusahaan sebagai contoh pada perusahaan global Walt Disney Park And Resort Portofolio Global Disney Hongkong Disneyland yang resmi dibuka pada tahun 2005, Disneyland Paris tahun 1992, dan Tokyo Disneyland tahun 1983. Akan tetapi, Walt Disney World Resort di California yang menghasilkan laba dalam perusahaan bernilai $40 Triliun. Berkaitan dengan hal ini tim peramalan pada Walt Disney melakukan prediksi harian, mingguan, bulanan, tahunan, dan 5 tahunan kepada manajemen tenaga kerja, pemeliharaan, operasional, keuangan, dan departemen penjadwalan wahana. Peramalan dilakukan untuk mendorong seluruh perubahan dalam keputusan manajemen dan menjadi kunci keunggulan kompetitif perusahaan. (Heizer, Jay. Operations Management : Sustainaility And Supply Chain Management).
Peramalan membantu dalam membuat keputusan dan mengetahui apa yang akan terjadi di masa mendatang. Pada pemesanan dapat mengetahui apa yang akan terjadi pada penjualan, pembelian perlengkapan yang baru meskipun ketidakpastian mengenai permintaan untuk produk.
Peranan peramalan menjelajah ke berbagai bidang, seperti ekonomi, keuangan, pemasaran, produksi riset operasional, administrasi negara, meteorology, geofisika dan kependudukan. Karena besarnya peramalan tersebut maka memerlukan kerja yang mendalam mengenai langkah-langkah dalam melakukan peramalan ini. Dengan mengetahui langkah-langkah peramalan yang baik diharapkan dapat diperoleh ramalan yang baik pula. Untuk mencapai ramalan yang baik maka diperlukan model yang tepat atau mempunyai nilai ramalan yang kita buat.
Akurasi suatu ramalan berbeda untuk setiap peramalan tergantung pada berbagai factor yang mempengaruhinya. Hasil suatu ramalan tidak selalu dapat dipastikan kebenarannya dalam hitungan 100% mutlak, tetapi hal tersebut tidak berarti bahwa peramalan telah banyak digunakan dan membantu dengan baik dalam berbagai manajemen sebagai dasar dalam perencanaan, pengawasan dan pengambilan keputusan,salah satu diantaranya adalah forecasting produk Domestik Assy 32100-K81-N000 di PT. Kinenta Indonesia.
PT. Kinenta Indonesia merupakan perusahaan yang tergabung dalam Banshu Group yang bergerak di bidang manufaktur perakitan bodycable (wiring harness) untuk kendaraan bermotor, heavy equipment, freezer, battery cable, spidometer, dan lampu. PT. Kinenta Indonesia terletak di Kampung Cikananga, RT. 06 / RW.02, Cikumpay, Campaka, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat. Saat ini perusahaan mengalami peningkatan dari segi proses produksi karena adanya penambahan jumlah order oleh costumer terutama untuk produk Domestik Assy 32100-K81-N000. Hal ini menimbulkan ketidaksesuaian antara tingkat permintaan produk yang meningkat dengan pemenuhan order sehingga terjadi kekurangan dan kelebihan produksi produk Domestik Assy 32100-K81-N000 oleh pihak perusahaan yang menyebabkan terjadi kerugian pada perusahaan.
Berdasarkan uraian diatas maka penulis tertarik untuk melakukan pengamatan dalam bentuk kerja praktek dengan judul : “Peramalan Produksi  Produk Domestik Assy 32100-K81-N000 Di PT. Kinenta Indonesia”.
1.2  TUJUAN
Tujuan yang akan dicapai dalam pengamatan Kerja Praktek ini adalah :
1.      Mengetahui pola data produksi Wiring Harness Assy 32100-K81-N000 pada PT. Kinenta Indonesia.
2.      Berapa jumlah forecast produksi produk Domestik Assy 32100-K81-N000  bulan Juli 2017 dengan menggunakan pendekatan Moving Average?
3.      Berapa nilai akurasi peramalannya jika dihitung  dengan menggunakan Standar Ukuran Kesalahan Mean Absolute Deviation dan Mean Square Error ?

1.3  BATASAN MASALAH
Berikut ini batasan-batasan masalah berdasarkan pengamatan pada PT. Kinenta Indonesia agar masalah yang diteliti tidak menyimpang dari tujuan awal penelitian. Batasan masalahnya antara lain sebagai berikut :
1.      Pengambilan data dilakukan dari bulan November 2016 – Oktober 2017.
2.      Pengamatan dilakukan hanya sampai mengetahui peramalan jumlah produk yang akan diproduksi.

1.4  WAKTU DAN PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK
Kerja Praktek ini dilaksanakan di PT. Kinenta Indonesia. Waktu kerja praktek adalah 45 hari kerja efektif antara tanggal 31 Oktober 2017 sampai 29 Desember 2017.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar